Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Lab Uji Mainan Anak

blog lab uji mainan anak

Lab Uji Mainan Anak PT. VERTEX Global Indonesia kini bisa menjadi solusi terbaik bagi Pengujian Produk Mainan Anak milik Anda agar secara LEGAL  dapat beredar di Indonesia. Laboratorium VERTEX Global Indonesia didukung sepenuhnya oleh tenaga ahli yang kompeten di bidangnya serta memiliki peralatan terlengkap dan canggih.

Lahirnya Lab Uji Mainan Anak  VERTEX Global Indonesia karena Pemerintah Indonesia telah memberlakukan penerapan Wajib SNI dengan beberapa Parameter Pengujian Mainan Anak untuk komoditi Mainan Anak sejak April 2013.  Wajib SNI ini bertujuan untuk menjaga Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Anak–anak atas penggunaan mainan, juga memberikan kepastian hukum bagi iklim investasi serta mendorong peningkatan daya saing industri.

Sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 02/BIM/PER/2014 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Pemberlakuan dan Pengawasan Penerapan SNI Mainan Secara Wajib, terdapat beberapa parameter  yang WAJIB DIPENUHI oleh SEMUA PRODUK MAINAN ANAK sebelum beredar di pasaran.

Parameter Pengujian Mainan Anak yang diuji di “Lab Uji Mainan Anak” dibagi dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu Parameter Fisika, Elektrik, dan Kimia.

Parameter Pengujian Fisika

Parameter Pengujian Fisika menitikberatkan persyaratan pada aspek Keamanan Mainan yang berhubungan dengan Sifat Fisis, Mekanis, dan Sifat Mudah Terbakar. Aspek keamanan ini bisa dinilai dari karakteristik struktur mainan seperti bentuk, ukuran, kontur, label peringatan, instruksi penggunaan yang jelas dan sebagainya.

Pengujian Fisika dilakukan guna memastikan mainan aman bagi anak-anak dari bahaya mekanis seperti luka gores, tertusuk, terjungkal, tersedak, terjatuh, sulit bernafas, bahaya terbakar dan akibat bahaya mekanis lain yang dapat ditimbulkannya.

Titik berat Pengujian Fisika untuk Keselamatan Anak tidak hanya saat mainan tersebut digunakan secara normal, tapi juga mengantisipasi Keselamatan Anak ketika mainan digunakan secara tidak normal.

Parameter Pengujian Elektrik

Sama halnya dengan Fisika, Parameter Pengujian Elektrik juga menitikberatkan persyaratan pada aspek Keamanan Mainan pada mainan yang menggunakan Sumber Listrik. Pada mainan yang menggunakan sumber listrik, misalkan baterai, maka ada beberapa bahaya yang akan mempengaruhi keamanan mainan saat dioperasikan. Bahaya tersebut diantaranya adalah panas berlebih ketika mainan dioperasikan terus-menerus, terbakarnya material plastik, bocor atau meledaknya baterai, sengatan listrik saat mainan terpercik cairan, radiasi pada mainan yang menggunakan LED atau laser dan aspek-aspek lainnya.

Pengujian Parameter Elektrik juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya ketidaknormalan operasi saat mainan digunakan, sehingga mainan akan tetap aman dari bahaya-bahaya yang telah telah disebutkan diatas.

Parameter Pengujian Kimia

Parameter Pengujian Kimia untuk mainan anak dibagi lagi menjadi 4 (empat) parameter yaitu Migrasi Logam Berat, Ftalat, Azo, dan Formaldehida.

Parameter pertama  Pengujian Migrasi Logam Berat  di laboratorium merupakan simulasi seberapa banyak logam berat yang berpindah dari mainan ke dalam tubuh si anak.

Bahaya logam berat pada tubuh biasanya tidak terasa seketika, tapi akan berdampak ketika logam berat tersebut terus-menerus terakumulasi dalam tubuh. Kadar logam berat yang berlebihan bisa menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya seperti kerusakan otak yang disebabkan oleh logam Timbal (Pb), kerusakan pada pembuluh darah, hati, dan ginjal yang disebabkan oleh logam Kadmium (Cd).

Parameter Kimia yang kedua  adalah penentuan kadar Ftalat dalam mainan yang berbahan plastik. Flatat biasanya ditambahkan kedalam bahan plastik untuk meningkatkan kelenturan. Kadar Ftalat yang diperbolehkan adalah kurang atau sama dengan 0,1%. Senyawa Ftalat menurut penelitian dapat menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi atau kemandulan.

Parameter Kimia ketiga  adalah pengujian pewarna Azodyes pada bahan tekstil. Penggunaan pewarna Azodyes sama sekali tidak diperbolehkan pada mainan anak, karena Azodyes dapat terdegradasi dan melepaskan bahan-bahan kimia yang apabila menyentuh kulit manusia bisa berbahaya sehingga dapat  mengakibatkan kanker kulit.

Parameter Kimia keempat  ialah penentuan kadar Formaldehide (Formalin), maksimal penggunaan yang diperbolehkan adalah kurang dari 20 ppm. Formaldehide yang berlebihan dalam tubuh manusia bersifat Karsinogen (racun), dalam tubuh manusia, Formaldehida dikonversi menjadi Asam Format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan napas menjadi pendek dan sering hipotermia, juga koma, bahkan sampai kepada kematian!

Semua Pengujian Produk Mainan Anak yang sudah Wajib SNI dapat dilakukan di Lab Uji Mainan Anak VERTEX Global Indonesia. Konsultasi gratis tentang pengujian dapat Anda lakukan sekarang cukup hanya dengan mengisi Kontak Form.